ERIN BROKOVICH_my Fav

ERIN BROKOVICH

Ni film dah mayan lawas, tapi ane suka bgt… mw diputer brapa kali pun kykna ga buosen dh… Bukan cm karena yang main artez idol ane [mbak nJul klo maen pinter pilih2 peran n ga gampangan disuruh beradegan yang engga-engga, jd dia ttp elegan dimataku… cieh], tp critanya sndiri emang menarik…

Based on true story, film ini berkisah tentang seorang perempuan yang memperjuangkan hak2 warga Hinkley, California yang ter-dzholimi sebuah perusahaan gas & listrik bonafide di AS. Berawal dari sebuah penyelidikan kasus pro bono real estate, berkembang menjadi class action. [ane tanya kakak yang dlu kuliah Hukum, pro bono = kasus yang gak ada duitnya, alias gratez untuk orang miskin]. Tokoh utamanya bernama Erin Brokovich (dibintangi oleh Julia Roberts), janda beranak tiga: Mathew (8th), Patee (6th), dan baby?? (9bln).

Kisahnya dimulai dari perjuangan Erin mencari pekerjaan… bukan perjuangan yang mudah lantaran dia seorang single parents dengan 3 anak yang masih kecil2… apalagi dia ngga punya pengalaman kerja yang mengesankan, plus ngga punya ijazah sarjana… coz dia nikah muda n keburu beranak pinak… ga sempet ngrasain bangku kuliah… Baru sekarang dia ngrasain susahnya menanggung hidup sendirian… tagihan telepon yang ga terbayar, air ledeng ga keurus, ga da tempat berbagi dalam mengasuh anak2 (coz 2X perkawinannya, kandaz)… duit ditangan tinggal kurang dari $100… padahal dia musti ngupah org bwt jagain anak2nya klo pas dia kerja sgala… mmm, stres bgt dh…

Dia dulu ga kepikiran bakal nanggung susahnya bertahan idup, secara… dia tu eks miss Wichita gto lox… syapa yang ga bakal suka ma dia… Semula dia dah bayangin hidupnya bakal berkesan, dia bisa menjadi “seseorang”… org penting lah… bakal bisa nyumbangin sesuatu buat negaranya blah3x… tp jalan hidup ga bisa diramal se…

Well. Naas baginya, nglamar2 kerjaan ga dapet2, malah kena kecelakaan sewaktu pulang… *sigh* Kecelakaan tersebut mempertemukannya dengan Mr. E. Masry, seorang pengacara dari sebuah Biro Hukum kecil: Masry & Vititoe, yang disewa Erin untuk membela kasus kecelakaannya di pengadilan. Malang bagi Erin coz dia kalah di pengadilan lantaran ‘mulut’-nya yang ga disekolahin… heheh… Ksian bgt… padahal dia cedera leher segala sehingga harus ditopang penyangga… *sigh* Buntutnya, ngamuk2 lah dia sama pengacaranya…

Dasar! Emang klo jodoh tuh ga bakal lari kemana… Jodoh kerjaan maksudku. Meski pasca persidangan si Erin sempet bertikai dengan pengacaranya, tapi next day si Erin tau2 udah nglamar kerjaan di Biro Hukum punyaan Mr. E. Masry (NB. eks pengacaranya)… Awal kehadirannya banyak yang ga simpatik coz dandanannya slebor… n gaya berbusananya rada2 ‘mengundang’ geto dh…

Posisi awal Erin di Biro Hukum tersebut adalah sebagai paralegal, tugasnya mengarsip kasus2 yang ditangani BH. Masry & Vititoe. Suatu ketika Mr. Masry menugasinya mengatur file2 mengenai kasus pro bono real estate di wilayah Hinkley, California. Ketika itu Erin menemukan kejanggalan dalam kasus yang tengah ditangani bosnya… ia curiga kenapa dalam kasus real estate terdapat juga file2 medis?? Karena ngga punya latar belakang pendidikan hukum, ia mencoba mencari tahu dari rekan2 kerjanya… tapi jawabannya ga ada yang memuaskan. So, Erin bertekad menyelidiki kejanggalan tersebut seorang diri.

Setelah mendapatkan ijin dari bosnya, Erin mulai melakukan penyelidikan dari rumah salah seorang warga Hinkley. Joana (klo ga salah), salah seorang warga yang didatangi Erin menuturkan bahwa perusahaan PG&E [Pacific Gas & Electric] mendesak dirinya & beberapa warga Hinkley untuk menyetujui pindah rumah dengan sejumlah imbalan. Banyak warga Hinkley yang telah sepakat & kemudian pindah dari wilayah tersebut, namun Joana & keluarganya tidak. Alasannya, selain jumlah imbalan yang dirasakannya tidak sesuai, juga sayang dengan rumah yang sudah lama ditinggalinya, plus Joana juga masih kerepotan menanggung pengobatan bagi anak2nya.

Berawal dari basa-basi sesama ibu2 yang concern dengan kesehatan anak2nya… terungkap fakta bahwa PG&E seringkali membiayai warga Hinkley untuk berobat… Menurut pendapat Erin, ada yang janggal dari cerita tersebut… walaupun hal tersebut jadi menguatkan kecurigaan Erin soal file2 medis dalam kasus real estate… Si Joane juga bercerita tentang brosur yang disebarkan oleh PG&E tentang air di wilayah tersebut yang mengandung Khrom3… blah3X… PG&E bilang klo khrom3 bagus buat kesehatan… blah3X… Joana juga cerita bahwa selain keluarganya, masih banyak tetangga yang juga mengalami nasib serupa… anak2 or anggota keluarga yang lain pada penyakitan… hmmm…

Erin melanjutkan penyelidikannya ke perusahaan air minum daerah setempat. Dia berusaha mendapatkan file2 tentang kandungan air yang ada di wilayah Hinkley… yah… dengan sedikit menggunakan jurus godaan sex appeal-nya yang berlimpah [mantan miss Wichita geto lox], Erin berhasil memperoleh file2 yang dikehendakinya… hehe…

Penyelidikan dilanjutkan ke universitas. Erin berusaha memperoleh informasi dari Dr. ?? (lupa ane) soal Khrom. Si Dr. menjelaskan bahwa khrom ada 3 jenis. Pertama, khrom3, yang baik untuk tubuh. Kedua, khrom ??? (lupa). Ketiga, khrom heksavalen 6… ni jenis khrom yang membahayakan… bisa menjadi penyebab kanker, keguguran, Hodgin, dst… blah3X…

Seminggu pasca penyelidikan, Erin kembali ke kantor. Tapi bos memecatnya karena Erin dianggap in-kompeten… seminggu meninggalkan kantor seenaknya blah3X… Erin kesal karena penjelasan tentang kepergiannya seminggu ini ngga dihiraukan Mr. Masry… Suatu ketika Mr. Masry bakal nyesel n nyari2 dia… sumpah si Erin.

Erin mulai nyari2 kerjaan lagi n ga dapet2 juga… frustasi melandanya… dan, saat itulah kisah asmara dimulai… Tetangga barunya yang pengendara ‘mogeje’… motor gedhe… bikin berisik Erin & anak2nya… Karena udah senewen bgt, Erin negor si tetangga… & dari situ perkenalan dimulai… Belakangan hari si Mogeje nan gondrong rambutnya menjadi kekasih baru Erin sekaligus pengasuh bagi anak2nya… heheh… sekali mendayung 3 pulau terlampaui… skali PDKT dapet mak skaligus anaknya… kkk😀

Someday, seseorang dari perusahaan yang disangkanya akan memberikan pekerjaan baru mengunjungi rumahnya… who? …Ternyata bukan seseorang dari perusahaan yang baru dilamarnya n sedang dinanti2kannya, tapi Mr. Masry… whats de matter? …Rupanya Mr. Masry baru2 ini memperoleh telepon dari seorang Dr. dari universitas ?? yang memberikan penjelasan mengenai sampel kandungan air yang dibawa Erin beberapa waktu yang lalu. [Erin emang sampe ngebela2in masuk2 sumur PG&E segala demi ngedapetin sampel air, juga ambil bangkai kodok n air di selokan dekat pabrik…] Nha, si Dr. memberikan keterangan bahwa air dengan kandungan 0,05 khrom heksavalen bisa menyebabkan kanker & teman2nya… dan bahwa sampel yang dibawa Erin itu ga cuma mengandung 0.05 tapi 0.58 khrom heksavalen… wow… Berarti PG&E sudah melakukan 2 macam kebohongan. Pertama, ngeles perusahannya ngga mencemari lingkungan. Kedua, membohongi warga dengan menyebarkan brosur bahwa air tanah mereka mengandung khrom3 (bukannya 6) yang baik untuk kesehatan… *triing* …Dalam kepala si bos pasti langsung nyala sebuah lampu pijar… n dari kupingnya samar2 terdengar ‘katching-katching’ suara mesin hitung uang… he3…

Thats the reason why… Mr. Masry sudi mendatangi Erin di rumahnya. Erin yang langsung ngerti tujuan kedatangan eks bosnya… to the point minta kenaikan gaji & tunjangan kesehatan plus tunjangan2 lain… sadar terhadap bargaining powernya… heheh… Dia masih nyimpen file2 dari perusahaan air minum daerah Hinkley… dalam filenya terdapat catatan internal hasil riset PG&E Maret 1966 tentang kontaminasi khrom heksavalen terhadap air tanah di daerah2 sekitar pabrik kompresornya.

Mr. Masry ngga da pilihan selain kembali mempekerjakan Erin dengan memenuhi tuntutan kenaikan gaji barunya. Erin kembali melanjutkan penyelidikan dengan dasar fakta2 baru yang sudah berhasil dikumpulkannya. Setelah sekian bulan, kasus berkembang menjadi 400 gugatan lebih. BH. Masry & Vititoe mengajukan tuntutan2 tersebut ke pengadilan… dan setelah sidang permulaan berupa pemeriksaan berkas perkara, pihaknya memperoleh putusan yang memuaskan, negara (pengadilan) menolak semua keberatan pengacara PG&E atas kasus tersebut… so, kasus berlanjut… dengan angin berpihak kepada BH. Masry & Vititoe.

Pihak PG&E mencoba jalan damai dengan mengirimkan Walker & Sanches untuk negosiasi dengan Masry & Vititoe. Pengacara PG&E tersebut menawarkan ganti kerugian $20 juta. Masry & Vititoe menilai angka tersebut terlalu kecil untuk menggantikan kerugian materiil & imateriil yang diderita warga Hinkley akibat kesalahan perusahaan PG&E. Ada sebuah keluarga yang istrinya mengalami keguguran sampai 5 kali, ada yang ginjalnya tinggal sebuah dan ngga punya usus besar karena digerogoti hingga usianya 41 tahun, ada yang kanker payudara, or rahimnya musti diangkat, etc… semua beban penderitaan yang harus ditanggung warga Hinkley tersebut sangat2 ngga setimpal dengan ganti rugi yang ditawarkan pengacara PG&E.

Pengacara PG&E malah ngancam… dengan nyebutin kekuatan angka $28 M untuk dukungan dana bagi PG&E dalam penyelesaian kasus tersebut… Denger jumah sekian, Mr. Masry & Erin bukannya gentar malah tambah seneng… artinya PG&E sebenernya emang bener2 nganggep ni kasus serius… n berarti pula, banyak dana yang sebenernya bisa ditarik dari PG&E… Ancaman PG&E dibales gertakan pihak Masry & Erin dengan menawarkan air minum yang berasal dari sumur Hinkley untuk kedua pengacara tengik tersebut… keder lah… Pengacara PG&E ga brani minum… Buah kesombongan, lahirlah petaka… Walker & Sanches pulang dengan mendongkol…

Kasus makin seru, Biro Hukum Masry & Vititoe yang kekurangan modal, berusaha menggandeng Biro Hukum milik Kurt Potter & Theresa sebagai partner. Mulanya Erin ngga suka coz partner mereka rese’ juga… sok ngremehin kemampuan Biro Hukum mereka n Erin terutama, yang ga punya pendidikan hukum yang memadai… si Theresa sok nyari2 kekurangan data/file dalam kasus yang ditangani Masry & Erin tersebut… yang ga ada no teleponnya lah… ga da alamat lengkap dengan dalih biar mudah dihubungi… blah3x… Tapi Erin membuat rahang Theresa terpaksa ngatup… coz detik berikutnya Erin nyerocos soal biodata salah seorang penggugat, dari namanya, penyakit yang ia derita, no tlp.nya, sampai keluarga2nya yang lain yang juga menjadi korban, lengkap dengan riwayat penyakit masing2… semua diluar kepala… [iyalah, Erin kan udah jauh lebih lama berkutat dengan masalah mereka] nyaho’ deh si Theresa & Kurt Potter yang angkuh!!

Karir mulai menjanjikan, giliran masalah asmara. Si mogeje berambut pirang n gondrong merasa ditelantarkan sama Erin… udah dipacari, dibantu ngasuh anak2nya, ga dapet imbalan pula… eh, masih saja tega ditelantarkan… *kcian* si pirang dah sabar nunggu sampe 6 bulan… gimana kelanjutan hubungan mereka… so, dia ngasih opsi ke Erin: cari kerjaan lain or cari lelaki lain buat si Erin. Erin hanya bilang, dia belum pernah merasa begitu dihargai, dibutuhkan orang2… ketika dia masuk ke sebuah ruangan di Hinkley, orang2 diam untuk mendengarkannya bicara… Erin baru kali ini merasa menjadi diri sendiri, merasa kuat… nyesel dia selama ini cuma tunduk/patuh dengan aturan main lelakinya…

So, si pirang yang masih esmosi bilang… dia ngusulin supaya Erin nyari pacar baru aja… tokh gaji Erin sudah naik, cukup untuk sewa pengasuh, jadi apa gunanya lagi si pirang ditempat Erin?? *merajuk critanya* [biasa, ngga laki ngga pere’ klo merasa terabaikan oleh pasangannya kan geto]

Another day, habis baikan dengan sendirinya, Erin mengajak si Pirang ke ‘dunianya’… Ga pake penjelasan ba-bi-bu… si Pirang ngerti apa yang membuat Erin lebih memberati kerjaannya… Dia lihat sendiri bagaimana orang2 sangat membutuhkan bantuan Erin… apa perjuangan Erin buat mereka… n bagaimana orang2 respek padanya…

Sementara itu… Kasus terus berkembang hingga mencapai 640 gugatan… Kurt Potter-Theresa & Masry-Erin kebingungan menyidangkannya… Kalaupun dikelompokkan menjadi 20-30 gugatan per persidangan, penyelesaiannya akan memakan waktu yang sangat lama… bisa sampai 10-15 tahunan baru tu kasus kelar, belon klo misal PG&E berusaha mengulur2 waktu… [10 X 10… ceppe deh…] *sigh* Korban yang sakit parah juga keburu ko-it

So, hasil diskusi cenderung mengarah pada penyelesaian perkara melalui arbitrase yang prosesnya lebih cepat… Pihak PG&E menawarkan kisaran $50-400 juta, persidangan ga akan ada jury, n ga ada naik banding… Setelah disosialisasikan pada warga Hinkley tentang positif-negatifnya usulan tersebut… warga sepakat klo putusan perkara akan dilakukan melalui cara arbitrase

Pengadilan, yang sedari awal kasus digulirkan, berpihak pada warganya… Finally, mengabulkan tuntutan warga & menghasilkan angka $333 juta sebagai ganti rugi yang diberikan kepada warga Hinkley… yah, kira2 per KK dapat $5 jt (tergatung berat-ringan kasusnya)… Jumlah tersebut merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah AS… PG&E kemudian segera melapisi kolam2 di pabrik kompresornya agar tidak lagi mencemari air tanah. Kesuksesan kasus tersebut menginspirasi kebangkitan/keberanian warga2 ter-dzholimi yang lain… Pasca putusan sidang warga Hinkley vs. PG&E, tercatat antrian 7 kasus lain, termasuk salah satunya yang dimiliki oleh PG&E di Kettleman Hill… well, filmnya happy ending… J

* * *

So… akankah kasus tersebut juga bisa memberikan inspirasi kepada para ahli hukum di “Republik Mimpi” ???

Secara klo kita tengok n bandingkan dengan kasus di Republik Mimpi sendiri… mirip2 gto… Gimana nasib saudara2 kita di kota S [Republik Mimpi] sana ya? Para korban lumpur Luapuindho [perusahaan ini juga cuma ada di Republik Mimpi lo]… Akankah ada Erin ala Republik Mimpi?? Apakah ada negara (persidangan) yang begitu memihak warganya seperti di film tersebut… Hopefully

Ane geregetan bgt lihat [di TiPi n media massa laen] bagaimana perusahaan Mr.B dapat melenggang begitu saja dari tanggung jawab moralnya… Sepele bgt yach… tinggal oper ke perusahaan lain… ngasih ganti rugi sedapetnya… sementara lumpur ngga juga mengering, rakyat tambah banyak yang kehilangan rumah (& masa depannya tentu saja)… eh, malah ybs diangkat jadi menko Kesra… yang bener aja?! KESEJAHTERAAN RAKYAT?? Rakyat yang mana tuh ya??? sungguh, itu perbuatan melukai hati orang2 di kota S yang teraniaya… *sigh* Malahan baru2 ini diberitakan lagi klo para pengungsi korban lumpur Luapuindho dah ngga dikasih bantuan makanan lageee… *astaghfirullahhal adzhiiim* dunia yang aneh… tapi biarlah keadilan Tuhan yang kelak bicara di alam berikutnya… sabarlah saudara2ku di kota S“TUHAN TAHU TAPI MENUNGGU” kata Tolstoy

* * *

Satu Tanggapan

  1. KESEJAHTERAAN RAKYAT sangatlah penting
    di bandingkan sekumpulan uang yang membuat
    ricuh,,,

    aku akan membela siapapun yang benar,,,
    karena ALLAH tahu segalanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: