KuTIPs_Nyari Karir Terbae’ ??

Upaya Menemukan Karir Terbaik

Kontributor: CDC-FTUI (15.04.2003 14:57)

Jawablah dengan cepat, “Apa pekerjaan terbaik yang pernah Anda miliki?”

Tanpa banyak pikir, Anda mungkin akan ingat ketika pernah mengerahkan energi dan terikat pada pekerjaan Anda. Ya. Ini memang mengenai karir terbaik Anda, titik tertinggi dari pengalaman Anda berkarir selama ini.

“Memiliki karir terbaik menciptakan hasrat yang tidak pernah puas untuk selalu mendapatkan karir yang lebih baik lagi,” kata Sallie Hightower, kepala konsultan dari University at Conoco Inc. Oleh karena itulah, gambarkan diri Anda secara jernih tentang faktor-faktor karir terbaik Anda yang akan memudahkan mencari peruntungan kerja. Dengan mengikuti langkah-langkah berikut, Anda dapat mencari karir terbaik Anda berikutnya.

Rekam Kepribadian Inti Anda

Jika Anda membuat rekaman kepribadian pada karir Anda, lampiran apa yang akan diikutkan? Pengalaman apa yang Anda ingat?

Untuk itu, jangan hanya terfokus ke masa lalu. Sebab, sebagaimana ditulis Sandholtz, manajer direktur dari Novations Group Inc. ( sebuah firma konsultan pengembangan karir dan manajemen di New York City ), Anda mungkin memiliki karir terbaik Anda, justru pada saat ini. Adapun kunci untuk bias menyusun kepribadian ini adalah dengan membuat analisis tentang alasan Anda mempertimbangkan pengalaman berkarir. Nah, ketika orang menggambarkan alasan dan pengalaman karir terbaik, mereka kebanyakan berbicara tentang karakteristik berikut:

  • Merasa tertantang

  • Memiliki banyak otonomi

  • Melihat dampak pekerjaan

  • Mempelajari hal-hal baru

  • Bekerja dengan tim besar

  • Memiliki manajemen pendukung yang solid

  • Bekerja dengan tujuan yang jelas

  • Mengerjakan sesuatu yang baru

  • Menggunakan kreatifitas

  • Meliputi seluruh tugas – melihat sesuatu melalui penyelesaian

  • Merasa dikenali oleh manajemen

  • Mengerjakan hal yang tidak mungkin

Karir terbaik Anda mungkin saja tidak termasuk pada semua item yang ada. Ya, kebanyakan orang berpikir bahwa mereka unik dan berbeda. Akan tetapi ketika diminta bercerita tentang alasan apa yang membuat kita mencintai pekerjaan kita, umumnya kita menyodorkan jawaban yang sama.

Permainan TOP

Untuk mengetahui faktor-faktor yang membuat karir terbaik, bisa dipertimbangkan model berikut:
Karir terbaik tercapai pada titik puncak tengah, tempat bakat (talents)(T), kebutuhan organisasi (O), dan gairah Anda (passions) (P) terlampaui. Persamaannya : T + O + P = karir terbaik. Itulah sebabnya karir terbaik dapat digambarkan sebagai titik TOP dari permainan Anda. Masing-masing bagian itu bisa dijelaskan sebagai berikut:

Talents (bakat)
Ini adalah kemampuan bawaan lahir dan kekuatan yang diperoleh secara alami. Karir terbaik secara tipikal tergambar pada kemampuan yang mendorongnya ke ketinggian baru. Dalam kasus tertentu, pengalaman karir terbaik menyebabkan Anda menemukan bakat baru. Umumnya pada semua kasus, bakat Anda jauh melesat dibanding hard skill atau training teknis. Secara total, paket keberhasilan itu memang telah mengikutsertakan soft skill Anda. Akan tetapi, secara faktual, tambahan bakat ini kadang membuat Anda berbeda dari pekerja lainnya.

Kebutuhan organisasi
Karir terbaik tidak sepenuhnya murni merupakan aktualisasi diri. Suka atau tidak, karir Anda dimainkan oleh organisasi. Apabila Anda tidak memperhatikan kebutuhan atasan atau majikan, maka Anda telah membahayakan kemampuan Anda untuk memperoleh karir terbaik. Anda bisa jadi akan memperoleh kesenangan sementara. Akan tetapi, pada kenyataannya, atasan dan bahkan majikan Anda akan bertanya, “Apa yang Anda berikan di sini untuk saya?”

Paradoksnya, kesenangan Anda pada pekerjaan tergantung dari kontribusi kemampuan Anda. Sangat sedikit jumlah orang dengan skor tinggi pada kepuasan kerja namun rendah skornya pada kontribusi kerja. Tidak seorang pun ingin merasa tidak relevan – terutama di era perampingan biaya dan pengencangan ikat pinggang. Jadi, begitu kuatnya hubungan ini hingga membentuk aksioma: kontribusi mengantarkan kepuasan, bukan sebaliknya.

Lihatlah kasus Art Emrich, sekarang wakil presiden di Kanbay Inc, sebuah perusahaan teknologi informasi. Dia menjadi sangat berambisi untuk meraih karir terbaik pada pekerjaan pertamanya, di E.I. DuPont De Nemours & Co. Tugasnya saat itu adalah memperkenalkan program pengembangan pekerja pada dunia global untuk lebih dari 50 ribu orang.

“Saya harus menjual ide, mendisain proses pengiriman global, mengantarkan workshop, dan memiliki fokus pada kesinambungan pembuktian semua aspek dari proyek,” katanya.

Hasilnya, terlihat dari dampak atas apa yang dilakukannya. Proses kerjanya kemudian menjadi satu praktek terbaik perusahaan Dupont dan secara aktif digunakan oleh setiap orang dari CEO hingga level pegawai bawah.

Jika Anda merasa tidak bahagia dan merasa kehilangan kontak pada pekerjaan, satu pertanyaan pertama untuk diagnosanya haruslah, “Apakah saya merasa memberi tambahan nilai? Apakah saya merupakan kunci dari kontribusi karyawan pada kesuksesan perusahaan ini?” Hingga mampu menjawab “ya” pada pertanyaan semacam itu, maka keinginan Anda untuk menciptakan karir terbaik masih berada dalam batas minimal.

Passions (gairah)
Ini berhubungan dengan hati Anda. Karir terbaik terjadi ketika Anda bekerja terasa mengasyikkan, stimulan, memikat dan menyenangkan hati Anda. Selain pekerjaan itu mengikat Anda pada level sangat dalam, Anda kelihatannya menghabiskan energi setiba di rumah dan bukan Anda atau pun majikan Anda yang menginginkannya.

“Kapan terakhir kali boss bertanya tentang gairah kerja anda?” Tanya Todd Cook, konsultan organisasi independen di Diamond Lake.“Kami biasa berbicara tentang bakat, kemampuan dan kebutuhan organisasi. Gairah kerja kami tinggalkan di luar,” katanya.

Sebagai contoh, Cook pernah memiliki seorang asisten administrasi bernama Jackie yang memiliki keterampilan kuat bahwa dia adalah pekerja paling top pada levelnya. Bagaimanapun, dia menjadi bosan, hingga Cook bertanya padanya, “Kamu tertarik pada apa?” “Mengajar!” katanya.

Beberapa bulan berikutnya, Cook mulai melibatkan Jackie pada perencanaan HRD. Akhirnya dia mendapat sertifikat sebagai instruktur. Hasilnya: karir terbaik. Selama ini, kata Cook, “Orang akan memanggil dan menawarkan pekerjaan administratif kepadanya. Akan tetapi, mereka tidak pernah menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan gairah kerja,” kata Cook.

Semua atau Tidak Sama Sekali

Begitu akronim TOP diambil, karir terbaik belum tentu terjadi jika ada satu bagian yang hilang. Sebagai ilustrasi bisa dilihat variasi berikut:

Variasi 1
Talents + kebutuhan organisasi – passion = terhenti. Anda mungkin berada di sini pada beberapa poin karir Anda. Tingginya ketrampilan tidak lagi menjamin jam terbang. Pada awalnya, mungkin memang menyenangkan. Akan tetapi jika Anda mengerjakannya terlalu lama, tantangannya akan pergi.

Perasaan yang berasosiasi dengan situasi ini adalah kebosanan, kehampaan. Anda mungkin terjebak pada “sarang merpati” di pekerjaan yang sebenarnya Anda bisa bagus di dalamnya. Seperti kata mereka, “kami tidak mampu kehilangan dirimu.

Pekerjaan Anda bisa jadi memberikan banyak kontribusi bagi perusahaan, tetapi kenyataan ini tidak mengisi kembali batere Anda.

Sebagai contoh, pikirkan tentang Michael Jordan. Sebelumnya, dia sempat meninggalkan basket untuk terjun ke baseball. Hal tersebut dapat terbantah oleh kemampuannya sendiri, sebab pada akhirnya dia mengalami kebosanan. Ia pikir baseball akan menyediakan perubahan yang dibutuhkannya.

Variasi 2
Kebutuhan organisasi + passion – talents =tidak kompeten. Mungkin ini kata yang keras, tetapi Anda akan mendapat ide baru. Ketika gairah kerja dan kebutuhan organisasi melebihi bakat Anda, Anda membutuhkan pengembangan keterampilan.

Situasi ini tidak sepenuhnya jelek. Jika Anda memulai tugas yang menantang, keterampilan Anda akan meninggalkan kepentingan Anda untuk sementara. Begitu Anda meraih keahlian, Anda bisa mendapatkan diri Anda pada karir terbaik.

Jika level keahlian Anda tidak pernah mengejar permintaan dari jenis pekerjaan, bagaimanapun Anda mungkin telah salah memilih pekerjaan. Kecuali, Anda berani mengambil dua risiko: pertama, Anda kehilangan keberanian dan minat. Akan tetapi, tidak seorang pun ingin bekerja sekadarnya saja. Kedua (dan lebih berbahaya) risiko square-peg-round-hole yakni sindroma yang akan membuat Anda dicap sebagai non-kontributif, bukan untuk masalah kekurangan usaha tapi untuk persoalan hasil yang tergolong kurang.

Kembali pada contoh Michael Jordan, persamaan (kebutuhan organisasi + passion) – talents mungkin menggambarkan tahun kedua liga baseball yang dimainkannya. Dia masih tertarik pada olahraga, dan organisasi White Sox membutuhkannya. Akan tetapi toh hal ini tidak pernah membuat tiket terjual habis. Satu hal lagi, bakatnya bukan pada pekerjaan itu. Dia pemain basket terbaik sepanjang masa. Akan tetapi dia melawan usia yang terus berjalan, kelebihan berat badan dengan potongan rambut yang jelek. Ini tidak membuat basketball melirik dia lagi.

Variasi 3
(Talents + passion) – kebutuhan organisasi = jabatan hobi. Tentunya Anda tahu jenis orang seperti ini. Dia berbakat super, bergairah kerja tinggi, dan terkadang tidak berhubungan dengan organisasi yang dipimpin. Mereka sebenarnya sangat dekat dengan pekerja lain. Akan tetapi, secara teknis ada sesuatu yang membuat mereka kehilangan jalur di dunia nyata. Situasi mengijinkan mereka untuk mencoba-coba apa saja dan di mana saja, akan tetapi dampaknya tidak kemana-mana.

Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan diagnosa secara mandiri. Bagaimana pun, hobi memang dapat menyerap sesuatu secara ajaib. Dengan bakat dan gairah kerja yang sejajar, Anda sepenuhnya akan merasa berenergi. Anda bahkan termasuk memiliki komitmen tinggi. Sehingga, Anda mungkin sudah jauh dari hubungan dengan keluarga. Maka, penawar terbaik adalah feedback tulus dari pihak lain.

Oleh karena itulah, ambil sebuah tes guna menentukan area mana yang menjaga Anda tetap berada di posisi karir terbaik. Dalam perubahan ekonomi yang begitu cepat, ada keberuntungan bagi siapa saja yang termotivasi dan mendedikasikan diri untuk meraih karir terbaik. Percayalah, tidak seorang pun menciptakan karir terbaik untuk Anda.

(Careerjournal/ Imas Nurhayati)

Satu Tanggapan

  1. owh,..
    ternyata menciptakan karir terbaik
    itu ada di tangan diri kita
    masing-masing..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: