SPECIES 3 IPA 1 1999-2000

Based on true story
Dedicated to : eks ikan2 penghuni Aquarium IPA 1 ’99-‘00

Jam pertama Fisika nih…
Aku melesat secepat kilat… berlari seolah dikejar anjing gila, begitu kakiku menjejak daratan setelah turun dari kopata, menuju kelasku, 3 IPA 1. Dari gerbang depan tidak kulihat anak2 kelasku nongkrong di parkiran maupun di depan lab. Kimia seperti biasanya… wah, berarti lagi pada sibuk kerjain PR nih.
“Mbak Coen… Fisikanya udah jadi belum?” nha lokh… tul kan, pada ngerjain PR, apa PS kale yee hihi… Emi ‘kartunis’ menyambutku ketika batang hidungku baru aja nyampe kelas.
“Belum! Kurang 3 nomor lagi nih… pinjemi dong!” kataku.
“Yee… aku yang mau pinjem kerjaan kamu… “ sahut Emi menggerutu. Aku mengulurkan buku tugasku yang langsung dibajak Emi.

Aku mengedarkan pandang ke sekeliling kelas… ‘yaik, sepage gene dah puenuh? Liat ntu… dah pada berkerumun di bangku2 para binatang, ehheh, bintang kelas maksudnya… J ckckck… pada nginep kelas kale ya… Kupikir aku bakal jadi numero uno nyampe kelas… mw segera booking Diaz or pak Munk/Cimunk… kkk J tapi bangku disekitar mereka udah dipenuhi fans… aku kehabisan karcis kayaknya… padahal mw nyocokin jawaban & nyontek 3 nomer yang belon kelar… *sigh* L
“Emi, Tenjen udah datang belum?” tanyaku tentang Retno Rochmiyanto (yang dijuluki Tangen… salah satu familly dalam Trigonometri). Emi menggeleng tanpa melihatku, sibuk nglanjutin nulis2 jawaban…
“Mas Koes (Boendrat… dilanjutkan dalam hati J lagi butuh dia soalnya, kkk…), saudaraku…! Pinjem punyamu ya…” seruku pada Eko Koes. Kami ngaku sodaraan soalnya nama bokapnya sama dengan nama bokapku sich… he3… J
“Mbak Coen belum buat?” tanya Eko Koes heran.
“Udah… cuman belum selesai, kurang 3 nomer. Padahal udah lembur semalem… soalnya banyak banget sich, berapa nih… mmm… 50 soal… mana uraian & hitungan lagi… Nih, udah habis lima lembar… Tobat!” kataku sambil mengibas2kan lembaran di buku tugas Fisikaku. Padahal tu tiap halaman udah dibagi jadi 2 bo’… tugas2 Fisika emang naudzubillah… ni dah masuk buku Bigboss edisi yang ke-2… buku lama aku sambung dengan yang baru, jadi tuebell bgt…

Lima menit kemudian bel berbunyi… Anak2 yang belum selesai ngerjain PR berteriak histeris. Suasana kelas mendadak gaduh. Aku beruntung berhasil menyelesaikan tugas right at the last minute… fuih… legaaa… Manusia2 IPA 1 segera beramai2 transmigrasi menuju lab. Fisika… Heboh sekali suasananya… ga boleh telat siy…
“Kundri!!” Lulu ‘Tukie2’ Maftucha binti Machrus berseru dari tangga atas memanggilku. “Help me!” lagu’nya, kayak di pelem2 barat… Aku melihatnya dari dalam kelasku yang penuh kaca… kelas ini emang seperti akuarium… mana temboknya baru2 ini dicat biru lagi!  *sigh*  Pas!
Aku segera berlari2 naik tangga, menjemputnya ke atas. Lulu Tuki2, sohib gaul ane ni ‘ngga bisa dibiarin naik turun tangga sendiri… soalnya kaki kanannya belum sembuh setelah patah karena kecelakaan pas di kelas 2 dulu. Makanya kakinya sekarang jadi 3 tuh… Aneh juga ni anak, banyak teman berlalu-lalang, kok aku yang dipanggilnya… kebiasaan!! Hehe… J
“Kamu langsung ke lab. aja, Lu’ ! Daripada naik turun. Sini, tasnya aja yang aku bawain turun.” Kataku.
“Oce…!” kata Lulu centil sambil mencubit pipiku. Lalu diambilnya buku2 Fisika & alat tulis. Sebentar kemudian aku sudah kembali. He3… menyambut pelajaran Fisika emang butuh energi tingkat tinggi. Lulu rupanya masih setia menungguku. Tau diri juga ni anak kkk… kirain dah ninggalin J Kami bersama ke lab. Fisika.

Di lab. rupanya pak Mei sudah stand bye. Teman2 masuk lab. tanpa berisik. Ga lama kemudian, Riwa, mas ketua mimpin doa.
“Selamat… PAGI!!” pak Mei menyapa kami dengan suara yang lantang penuh energi & tegas… diiringi senyum yang terkembang dibawah kumisnya, as usual… “Pagi, Pak…” jawab kami serempak.
“Saudara2… kemarin ada TUGAS ya…?” tanya pak Mei. Seisi kelas mulai berisik… Pak Mei ga pernah lupa kalo ada tugas… mmm… ga kayak bu Tutik guru Kimia yang juga walikelas kami… beberapa kali kami sekelas berhasil acting syok dengan kompak, pretending terkejut karena bu Tutik menanyakan tugas. “… e, lokh, ga ada tugas kan, Bu…” kkk J
“ssst… CiMunk! Pinjam no. 15…” mas Bay (Badak/Deni) berbisik kepada CiMunk (TriMul) yang duduk di depannya.
“Mbak Coen! Tipe-ex!” seru mbah P (Mr.P/Agus Widi N). Udah kebiasaan klo aku dijadikan stationery hidup, coz koleksi alat tulisku emang komplit plit… J Lalu terjadi lempar tangkap tipe-ex. Ini merupakan salah satu ketrampilan yang paling dikuasai makhluk2 3 IPA 1.
“Mbak Emil… gimana soal2nya… seger2 kan?” tanya pak Mei pada Emil Faida. Emil cuma tersenyum dikulum. Btw, pak Mei adalah prennya nyokap Emil n Babeku, selain juga Madonna yang ngajar Kimia kls 2, n bu Nurul BP… makanya kita ga bisa bertingkah di skul coz berita cepet bgt nyampe telinga ortu.
“Mas Maman… semalam sampai jam berapa mengerjakan tugasnya…?“ tanya pak Mei pada Nurrohman. “Jam 2, Pak.” Jawab Maman jujur.
“Wah, bagus… bagus… Besok sampai jam 4 ya… “ kata pak Mei memancing kerusuhan penduduk IPA 1. “Wah… jangan, Pak! Ngga’ mau…!!!” seru kami. Pak Mei tertawa2 bahagia. Buset… semalem aku dah wayangan ampe jam 1 aja dah ga kuku, mana ga kelar pula’…
“Sher, tobat! Mataku aja masih bengkak begini gara2 sering lembur…” kataku kepada Sherly Rosmania binti Sunar Priyadi, pren sejak SMP Greeza di Melati Buana. “Sammma… “ jawab Sherly singkat n muka ditekuk2.
Dari depan kelas pak Mei berkata, “Ya… anak2 IPA kan harus rajin2 latihan soal…” disambut protes seisi kelas. Pak Mei tertawa renyah.
“Mas Riwa, tugasnya dikumpulkan!” perintah pak Mei pada ketua kelas kami. Riwa segera melaksanakan ultimatum tersebut.
Tiba2 pintu lab. terbuka & muncul seraut wajah… siswa ‘telatan’ 3 IPA 1… sapa lagi klo bukan temenku si Becik (Anak Agung RD) yang langsung meringis di pintu. Becik lalu melapor pada pak Mei mengenai keterlambatannya.
“Wah, mas Anak Agung… Selamat Datang… sudah berapa kali terlambat…?” pak Mei menyambut kehadiran Becik dengan senyuman yang membuat Becik salting. Dia cuma menanggapi sambutan pak Mei dengan senyum berdosa. Lalu ia duduk di kelompoknya.
Pelajaran Fisika dimulai. Bab 13 tentang Relativitaas. Pak Mei melanjutkan penjelasan teori2nya kemarin… bla3X… lalu contoh soal. “Ya… di sini saya gambarkan… sebuah kereta… mmm… lalu, misalnya ini ada orang, katakanlah Mister P… P…” kata2 pak Mei terhenti oleh riuhnya ketawa anak2.
“Kenapa… kenapa…?” tanya pak Mei tersenyum sambil kebingungan… walah, kura2 dalam perahu, pura2 tidak tahu…
“Mr. P, Pak!” sahut Febi Yudha (Mani/Mr. Z) & Ari ‘Karmen’ dengan disambuti tepuk tangan riuh anak2 IPA 1. Sementara itu Agus Widi yang julukannya Mr.P (diambil dari nama Peno, bokapnya) nyengir lalu menjitak kepala Febi & Ari dari belakang.
Pak Mei segera mengerti apa yang menjadi bahan tertawaan seisi kelas. Beliau ikut tersenyum lucu, “Oh, iya… huruf P, sakral ya di IPA 1 ini…?”  kkk J
“Iya… “ jawab seisi kelas kompak sambil tertawa2… Mbah P/Mr.P duduk cemberut karena ditertawakan teman2… Bokapnya dibawa2…
Sebenarnya bukan karena apa2 sich… Cuma, sudah menjadi adat di kls ini untuk membuat nama julukan bagi setiap penghuni kls. Bahkan juga beberapa guru. Dan bila nama julukan itu kebetulan disebut oleh guru2 saat mengajar… maka sudah tidak kaget lagi kalau anak2 tiba2 tertawa riuh… ga jarang, guru yang sedang mengajar jadi kebingungan sesaat…
Pak Mei melanjutkan pelajaran ketika suara tertawa sudah agak mereda. “Dan di sini… ada Mr.Z yang berdiri di stasiun…” pak Mei berhenti lagi karena anak2 tertawa riuh lagi. Kali ini Febi ‘Bebek’ misuh2 ditertawakan teman2… kena deh… Mr.Z singkatan dari Zamchani, nama sang bokap. “Sialan!” umpatnya pada Mr.P (Agus Widi) yang ketawanya paling kenceng, sampai terlihat gigi geraham terakhirnya… balas dendam critanya… satu sama deh…
Pak Mei tidak lagi bingung menghadapi situasi seperti ini. Sudah biasa… bahkan beliau sudah mulai hafal dengan nama2 tenar yang sering jadi bahan tertawaan di IPA 1. Contoh soal no.1 & cara penyelesaiannya dilanjutkan lagi. Kemudian no.2… “Sebuah PARTI-kel… partikel…” kata ‘parti’ ditekankan sehingga seisi kelas tertawa ngakak lagi. Sekarang Riwa yang ribut, nama ibunya kena sebut. Pak Mei melanjutkan, “Sebuah… apa, Mas… PARTI-kel… ditembakkan dari pesawat dengan kecepatan… dst… “ makhluk2 di lab. cekikikan sambil nulis2. Anak2 IPA emang kudu banyak ngakak… klo ga, bisa2 tambah stres ngadepi tekanan psikis di kls 3 ni… *sigh*

“Wah, papan tulis sudah penuh! Ya… sebagai hadiah buat mas Anak Agung yang tadi terlambat… tolong dihapuskan!” kata pak Mei. Becik tampil ke depan… “Kalian semua besok juga harus menghapus… Paling tidak 1 cawu itu 6X, baru bisa & layak disebut manusia…” kata2 pak Mei mendapat applause dari seisi kls.
Agung ‘Becik’ selesai menghapus lalu duduk. “Absen 1-20 silakan maju ke depan, pilih soal untuk dikerjakan!” kata pak Mei disusul suara gerudukan bangku2 yang digeser & anak2 yang berebut kapur & penghapus.
Lama kemudian, “Mas Yudha ‘striker’nya IPA 1… kemarin sepak bolanya menang ya…?“ tanya pak Mei pada Febi disela2 anak2 yang bergiliran maju ke papan tulis.
“Iya, Pak.” Febi Yudha/Mani menjawab dengan bangga. Fiuh… jadi inget jaman kls 2, Febi maen bola jadi penjaga gawang critanya… tapi tau ga, saking gregetannya dia ikut nyerang juga sampe gawang lawan… kkk… mana ada kelakuan keeper yang kayak gitu coba…
“Mas Yudha, ayo maju ke depan!” Kata pak Mei tiba2.
“Hah, saya, Pak?!” tanya Febi kaget, ngga nyangka bakal disuruh maju.
“Oya, mas Anang… maju juga… Tadi belum to, Mas?” kata pak Mei pada Anang ‘Jiman’ Kurniawan. “Iya, Pak.” Sahut Anang.
“Mbak Dewi Priamsari… maju juga ngga’…” goda pak Mei pada Dewi ‘kartun’… cuit2… Anang grogy… “Ngga’ Pak!” jawab Dewi kocak sambil matanya yang gedhe itu dikedip2in kocak… kkk J khasnya Dewi bgt.

Waktu terus melaju, bel ganti pelajaran berbunyi. Pak Mei berseru, “Waktunya…!!” Anak2 kompak menjawab, “Masiiiihhhh… !!!” sambil cekikikan.
“Lho… Habis…” sahut pak Mei tertawa. Seneng, anak2 didiknya masih semangat. Buktinya diingetin klo waktu dah habis, malah nyahut ‘masih’ kkk… J Biasanya klo dah mpet bgt ma pelajaran, begitu bel bunyi, kami akan teriak duluan… “Waktunya, Pak…!!” hehe sekarang kebulak, kebalik…
“Oh, iya… Tugas!! Latihan soal no. 1-20 selesaikan di rumah ya… trus, tugas, nomer 1-23…”
“Semua, Pak?” tanya Ari ‘Karmen’. “Iya, semua” jawab pak Mei malah heran ada pertanyaan seperti barusan… kan udah biasa geto… Gerutuan terdengar dari berbagai penjuru tanah air 3 IPA 1… terbayang sudah di pelupuk mata, kisah2 seperti malam2 yang telah lalu… harus lembur di meja belajar, berkutat dengan buku catatan, buku latihan, buku tugas, & buku Erlangga ciptaan Marthen Kanginan yang sudah lecek karena keseringan dibuka2… dan esoknya berangkat pagi2 untuk bertukar gosip, eh, tukar2an jawaban…
“Wah, Jey… sedia kopi lagi nih…” kata mas Badak kepada ‘Jiman’ (Anang). Lama2 bisa jadi pecandu kopi kami ni… *sigh*  Pak Mei menutup jumpa pers pagi ini, “Selamat… SIANG…!!” “Pagiii…!!” jawab kami sambil tertawa2.

*  *  *
Kami kembali ke kelas. Pelajaran berikutnya adalah Matematika yang akan dibawakan oleh ibu Naringsih… Sosok tak terlalu tinggi yang anggun & berkacamata itu memasuki ruangan kls 3 IPA 1. Jreng… senyum khas beliau terpancar ke seluruh penjuru, tatap mata lembutnya… Tapi tetep… aja ga mampu bikin jantungku tenang… matematika selalu membuatku tremble… *sigh*
Setelah mengucapkan salam, tiba2 “Agus Harmoko…” panggil bu Ning. Agus H udah kaget. Bu Ning melihatnya lalu mencentang absen. “Agus Widi Nugroho…” dst. Rupanya bu Ning hanya mengabsen. Bikin jantungan, kirain disuruh jawab soal2… fuih… baru juga masuk kls, habis ngos2an dari lab. Fisika.
“Kemarin sampai mana ya…?” tanya beliau setelah selesai mengabsen. Beliau menuju tempat duduk Dewi Istanti, membolak-balik catatan. “Kemarin ada PR ya?” tanya beliau. “Ada kesulitan?” Seisi kls diam tak bergeming. Beda bgt suasananya dengan di lab. tadi yang heboh melulu…
“Mbak… Emiyawati… maju ke depan, no.1… mbak Ida Ayu…” bu Ning berkata, anak2 seketika tertawa ‘he-he-he’…
“Ada apa?” tanya bu Ning bingung.
“He-he!!” teriak Febi dari bangku pojok belakang. Kami tertawa ggrrrrr…. Dompas hanya memoncongkan mulutnya sebentar ke arah Mr.Z. Kami menertawakan Ida Ayu Septiana Dompas yang bokapnya namanya ‘he-he’… Lengkapnya kira2 ‘Almaratu Alamahe he he’… geto deh, ga ngerti yang bener gimana, pokonya buntutnya ada lagi kata2 ‘Rahane Dompas’… cuman ya… geto, kuping nangkepnya cuma segalanya berakhiran ‘he & he’… kkk J
Seisi kls tertawa berderai kecuali Dompas yang lalu cengar-cengir sambil mengacungkan tinjunya ke Febi & bilang, “MANI!!”
Febi balas, ‘he-he’… dibales lagi “Mani!” “Uooh… kumis…!” Febi ngejek Dompas yang berkumis tipis… Bu Ning cuma bisa senyum di depan kls yang tersohor pinter2 ini… cie… *narsis* …tapi kocak & super rame… satu lagi, penghuninya suka aneh2…

Soal2 PR selesai dibahas. Bu Ning melanjutkan materi Transformasi Geometri, diselingi soal2 latihan. “Yak! Cek! Mbak pojok… transformasi itu apa?” tanya bu Ning khas… dari pojok ke pojok. Eno ‘kartun’ (se-gank kartun ma Emi, Emil, Dwi, n Dewi… yang semuanya suka berulah konyol di dalam maupun di luar kelas) yang duduk di pojok kanan depan kaget…
“Transformasi adalah suatu cara atau metoda untuk memindahkan/mengubah bentuk bangun dari suatu bidang datar.” Jawab Eno ‘kartun’ yang otaknya encer, dengan luchu kekanak2an… sambil sesekali nyedot2 idung & geleng2 kepala dengan kocak… Seisi kls tertawa, bahkan bu Ning juga geli…
Mani, Riwa, Karmen, Badak, & Jiman berdehem keras… ‘ehm!!’… menggodai Mbah P yang digosipkan ada affair dengan Eno. Agus ‘Mbah P’ jengkel sedangkan Eno cuek bebek & berkedip2 koplak… anak2 tertawa ngakak… Tapi ngga berani lama… dengan segera tawa mereda.
“Sampingnya… yang termasuk dalam Transformasi…” kata bu Ning pada Dewi ‘kartun’ yang sebangku dengan Eno. Dewi kebingungan… matanya yang hitam besar bergerak2 lucu “Eno… apaan, No…” bisik Dewi gusar ke Eno.
Aku juga ikut deg2an… habis dewi, pasti aku yang duduk dibelakangnya bakal kena giliran… Moga2 bisa… soalnya aku paling alergi sama matematik…
Dewi jawab, “mmm… translasi, refleksi, rotasi, dilatasi… gusuran, & regangan…”.
“Titik infarian itu apa…?! Yak!! Cek!! …Mas pojok belakang!” kata bu Ning. Aku malah kaget… padahal udah siap2 kasih jawaban… Tumben, biasanya sistematika bu Ning adalah pojok, sampingnya, belakangnya, samping, dst…
Riwa yang duduk di pojok belakang pun tak kalah terkejutnya… Dia habis becanda dengan sohib gaulnya… siapa lagi klo bukan tokoh2 legendaris… Mani, Karment, n Mbah P… Riwa gelagapan & kelimpungan mencari bantuan dari lingkungannya… Tentu saja habitatnya pun sama2 eror… habis becanda, so, ga ngeh sama bu Ning…
Akhirnya radar SOS nyeberang ke bangkunya Diaz Adhyaksa, & pertolongan pun diberikan… maka selamatlah mereka kali ini…
“Coba maju ke depan…“ kata bu Ning. Riwa cs. sudah lebih siaga terhadap serangan… “…mas Ika, mas Leo Krisna, mas Budi Santoso, mas Tri Mulyono, mas Andhi Setyawan…” kata bu Ning kalem. So, Ika ‘Bardie’, Leo, San (pak Di), CiMunk, & AndiS berebutan kapur & penghapus seperti biasanya… Riwa cs. lega sejenak… kali ini mereka sedang beruntung.
Berikutnya, “Mbak… Atun Rinawati, Yeni Narulitha, Yenita, Yuli Astriani…”. Kemudian, “Mbak Veri, Mila, Suprapti, & Lulu…” kata bu Ning tidak sadar bahwa Lulu belum bisa jalan sendiri. Aku & teman2 berseru, “Bu, Lulu…!” Bu Ning segera meralat… “Kalau gitu, mbak Kundri maju…!”  *glodhak!!*  Tobat! Tu kan… teman sebangku deh, yang kena getahnya… Lulu cengingisan seneng, “Sorry ya, Kun… hehe…” katanya padaku dengan tampang tak berdosa.

*  *  *
Dering bel siang itu bak air sejuk di padang gersang, yup… istirahat yang sudah dinanti2kan akhirnya datang juga. Kantin bu Yono yang terletak di belakang kelas kami segera puenuuh oleh tampang2 gersang & kelaparan. Pak Yono yang satpam di skul bahkan ikut membantu sang istri meladeni anak2 yang berebutan kesempatan untuk menyerbu gorengan anget… *yummy*
Aku & Lulu ikut berpartisipasi dalam event2 rutin seperti itu. Padahal ngga laper2 amat siy… Cuma, rasanya tuh… ada kepuasan tersendiri ketika berhasil memperebutkan sebuah gorengan angeeet dari tangan2 yang lain… *yaik*
Kami balik ke kls membawa hasil ‘jarahan’ itu… Sambil ngemil ‘balok’ made in ibunya Karment. Cewek cowok bergabung ngerumpi & gitaran. “Mbak Coen, catetan lagu…!! Keluarin…!!”. “Bek, Mbah P, request Extream – More Than Words… aku seneng ‘tuk tuk’-e pas reff kae lo…” kataku. Beres! Lagu mulai ngalir dari suara2 yang… mayan lah…

“Ment! Kok tumben baloknya keras! Gigiku capek ngunyah nih…” Lulu complain ke pengedar ganja, eh, balok tersohor itu, Ari ‘Karment’.
“Di lek aja langsung!” sahut Karmen cuek, meniru iklan Komik. Anak2 yang denger, tergelak2… “Nyangkut di kerongkongan, goblok…!” “Katanya cappe ngunyah… apa sini, tak kunyahin dulu biar alus, Mbah…” grrrr… J
Karment emang pintar bersilat lidah… jangan coba2 adu mulut sama dia ato mbah P… dijamin KO & sakit perut kebanyakan tawa… syukur2 deh klo rahang atas n bawah masih bisa ngatup… kkk… J
“Iya, Ment… rasanya pegel, ngunyah ngga’ halus2… mana bunyinya ‘klothak… klothak…’ kayak nggiles kerikil di mulut… Dengernya pusyiiing… (gayanya Peggy-Gerhana) di kepala…” ada yang nambahin complain Lulu. Yang lain ternyata punya argumen yang sama.
“Ya udah, nanti tak bilang ke ibuku, biar buat yang lebih empuk.” Kata2 Karment barusan disambuti ‘iyaaa’ dari kami… Hewesh2 deh soal prosedur pembuatan ‘balok’ si Karment, dst… sampe terdengar suara gitar & lirik lagunya Ada Band ‘Bilakah’… so, kita2 jadi pada latah ngikut nyanyi… Ni lagu emang lagi jadi hits n digandrungi sama kita2 bo’…

Oiya jd inget ni… pernah suatu kali bu Ning jengkel sama kls kami, coz waktu beliau ngajar terganggu lagu ‘Bilakah’-nya Ada Band dari tape di kantinnya bu Yono yang suaranya terdengar cukup keras di kls kami… ya iyalah… kelas kami yang letak geografisnya paling deket ma kantin… (terkucil di pojok timur bangunan skul, diatas sungai Gangga, deket lab Kimia n lab Fisika tapi mencil dari kelas2 yang laen…). Sekonyong2 bu Ning keluar kls… Taunya beliau ke bu Yono, negur beliau… suaranya kedengaran sampe kls… jadi ga enak… Kami yang ada di kls sampe tercekat & saling bisik…
Bla3X… ntu ulah si Riwa cs. (Mr. Z, Mr.P, Badak & Jey) yang memang sengaja muter lagu tersebut di jam Matematika biar ga boring. Niat mereka sih mulia… kan enjoy klo pelajaran boleh diiringi musik… Nyatanya, tadi tangan & kaki kami ikut ngetuk2 sesuai irama lagu juga tuh… Tapi rupanya selera anak muda & gurunya ngga klop nih…
Demi meredakan amarah bu Ning… pada akhirnya Riwa maju ke depan, etika bu Ning sudah masuk kls lagi, bikin pengakuan dosa kepada bu Ning… Bu Ning tidak marah lagi sih, tapi kecewa sama Riwa yang notabene ketua kelas, eh, bukannya ngasih teladan, malah ngajak ‘keneh2’… Sekelas pada terdiam, kesal sama Riwa cs. yang bikin bu Ning ‘esmosi’… tapi disisi laen salut juga sama dia, berani bersikap jantan, seeh… *gubrak*
Kami sekelas udah khawatir ni bakal jadi ‘kasus’ n butuh dibahas di acara BP dengan wali kelas… Ternyata ngga’ lokh… Pas BP dengan bu Tutik beberapa hari kemudian, ngga’ disenggol2 tuh insiden Ada Band-nya… hehe3… bu Ning baek, ga ngadu… pengertian juga ma kami yang kadang erornya kumat menghadapi tekanan psikis di kls 3… J
Kale’… maklum juga sama penghuni kelas ini… ssst, konon katanya… kelas ini punya histori tersendiri… terkenal angker, beberapa kali minta korban nyawa… hii… ada kakak kls penghuni kls ini yang meninggal karena kecelakaan pas menjelang ujian akhir… lakh, apa hubungannya ma kelas kami?? Au’ a glap… percaya ngga percaya. Aku sih 51% percaya coz Dewi Istanti beberapa kali pingsan di kls & berada dalam keadaan trans  geto deh… Dia dipercaya punya six senses… Trus dia juga pernah cerita2 ke aku soal pingsannya itu yang ternyata juga ada kaitannya sama tradisi tumpengan SMUNSA saban 17an… geto2 deh, pokoknya… hiy, syerem… Cerita dari guru2, yang paling sering siy… penghuni kls ini selalu makhluk2 ‘extreme’… klo ga yang terkenal karena pinter, nakal, jail, badung… ya ber’kasus’… kkk J

Sampe mana tadi…?? Oiya, klo istirahat gini or nunggu bel masuk, ikan2 penghuni 3 IPA 1 ini punya kebiasaan unik, selain gitaran-nyanyi2, ngerjain PR, jajan, ke perpus, juga nongkrong di parkiran depan lab… ga co-ce semua kompak, sukanya berkoloni… ngumpul rame2 sambil ngerumpi n ngemil… maklum, kls kami kan agak mencil, makanya kompak… kale’ juga karena sadar dah kls 3, ntar lagi bakal pada pisahan… * hiks *
Klo dah pada nongkrong di parkiran depan lab gini, yang cewek2, sukanya pada main motor2an… yang buat mainan? Ya motor betulan lah! Lucu2 tingkahnya, para ‘kartun’ apalagi… Eh, pernah lokh mereka sampe bikin rusak sepeda motor Febi ‘Bebek’ sampe rem motornya ‘blong’… untung Febinya ngga sampe kecelakaan… hanya… pagi berikutnya dia dateng ke skul dengan tampang sangar… Bisa marah juga dia, kirain cuma bisa mbanyol… ‘Jder jder’ marahnya… tapi udahan geto aja… ngga’ tega menyakiti anak2 ‘kartun’… inget klo kls laen ga punya koleksi se-unik mereka… kkk… J
Ada keasyikan tersendiri nongkrong di parkiran lab Kimia ini… motor temen2 suka aneh2… Seperti motor mas Poel (Arsyad, prenku di kls 2, klp Roxette) anak 3 IPS 3, yang djuluki ‘Belalang Tempur’… seperti motor Kotaro Minami si Baja Hitam… tapi motor mas Poel ini jauh beda dengan punyaan Ksatria Baja Hitam. Motor ‘ijo’ ini sich lebih deket kekerabatannya dengan… sepeda jaman feodal… kkk… J PISS bwt Arsyad…
Nah, kami pernah mengusili motornya, slaen juga motor si Edwin ‘Bokir’… hehe, tu motor kami hiasi pakai daun2, bunga, rumput, etc… padahal ngga mw ada pawai apa2… Pas jamnya pulang… ‘jdat!’ …yang punya motor misuh2 mendapati motornya ‘tampil beda’… Udah suspicious sama anak2 IPA 1… sapa lagi biangnya klo bukan IPA 1… tapi berhubung ngga ada bukti & saksi… oknum2 di IPA 1 berjalan melewatinya dengan innocent… kkk J   *puas*

*  *  *
Another day,

Aku segar bugar & bersemangat. Pagi ini jamnya Biologi… my fav… asik sih nyoba ngawinkan silang kromosom2 or ngamati preparat di lab…
“Pagi, Pak…” sapa kami pada pak Digebugi (DGB/Dwi Guna Bambang Irawan) ketika beliau masuk ke akuarium kami… Doa, salam, absen… rutinitasnya…
“Sampai… dimana kemarin, Kundri?” tanya pak DGB padaku yang selalu duduk di bangku no.2 pojok kanan, bersama Lulu ‘Tukie2’… Biasanya Eno & Dewi di depan kami, tapi kali ini mereka pindah ke bangku belakang… “Ga bawa payung, mbak Coen… menghindari hujan…” kata Eno sambil ngedip, pas mereka kutanyai ‘kenapa berhijrah ke belakang?’… Buset, emang pak DGB pembawa hujan?  *kikkik*  ngerti maksudnya siy…
Pak DGB membuka2 buku catatanku. Sante aja… MP Biologi siy paling rapi dari semua catetan yang kupunya… colorful lage… seh… J ntu memudahkan kita mengingat sistematika MP, apalagi klo Biologi kan banyakan apalannya drpd itungan… istilah2nya aja buanyak n kadang bikin lidah keseleo… jd kuusahakan bikin catetan yang ga ngebosenin… hhh, klo Fisika beda lage… dah mirip tulisan dokter… hehe… diseret aja… yang penting mudheng…
“Oh, ya, gambarnya kemarin sudah disalin…? Yang dari buku paket hlm. sekian…?” tanya pak DGB pada seisi kls.
“Belum, Pak…” jawab kami, cuma segelintir anak yang sudah.
“Kundri gimana, sudah bikin kok ikutan teriak ‘belum’…” tegur pak DGB. Aku cuma nyengir… setia kawin ma kawan2 pak… “Buku paket, bawa semua…?” tanya beliau lagi.
“Tidak…!” jawab mayoritas anak2 sekelas… Pak DGB nyaris syok menghadapi anak2 didik sebandel ini… Pinter2 tapi pemalas.
“Gimana kalian ini… buku saja malas membawa. Seberapa beratnya sih 1 buku ini…?” kata pak DGB sambil menimang2 buku paket Bio di telapak tangannya…
“Ya berat lah, Pak…” sahut tokoh2 legendaris IPA 1, Mbah P cs. mewakili kami. Iya, aku aja jadi mending bawa ransel Jamnas drpd tas cewek klo ada MP Bio coz bukunya gedhe & berats… sempet khawatir aku ga bisa nambah tinggi klo keberatan bawa muatan ke skul  hehe…
“Padahal saya mengajar, acuannya ya dari buku ini…” pak DGB mulai jengkel. “Ya sudah, coba maju nggambar… Siapa yang pinter nggambar…?”
“Mbah P…!!” seru anak2 spontan & kompak… *kikkik*  Walaupun dengan menggerutu, Mbah P pun mengambil langkah tegap… majuuu… jalan…
Sementara teman2 menyalin gambar di papan tulis sambil ngerumpi & sesekali secara sembunyi2 menyelundupkan ‘balok’ made in Karment ke mulut, aku dengan santainya baca2 sambil iseng2 mewarnai buku ato celingak-celinguk mengamati kls & Mbah P yang serius menggambar di depan… hmm… bagus juga lokh tulisan & gambarnya Mbah P… Biasanya siy kayak ginian kerjaannya Sherly ‘Sunar’ yang tulisannya rapee bo’… kayak ketikan komputer… sumpe!
Di pojok belakang terdengar suara ‘kruwes… kruwes…’ para ‘kartun’ sedang secara sembunyi2 meremas2 ‘mie remes’ sambil sesekali cekikikan & celingukan mencari tahu apakah pak DGB ngeh dengan kelakuan mereka… Di sudut lain terlihat komat-kamit mulutnya si AndhiS… bukannya khusyu’ berdo’a or baca mantra siy… tapi sibuk mengunyah tu anak, ntah suatu apa… hehe… Jarang2 ada kesempatan bertingkah bandel begini di dalam kelas… Biasanya baru pada berani berulah di jamnya pangeran ‘Palasara’ (pak Agus, guru Inggris) doang… ato klo guru2 pas ninggalin ruang kls ke kantor guru, WC, or ada tamu…
Suara ‘klothak’ ‘balok’ Karment di mulut Lulu terdengar sampai ke telingaku… Lulu meringis kesakitan memegangi pipinya. Aku terkikik spontan… “Mbak Coen… bagi2 baloknya… atau itu… sogun (sogok untu/stik ketela)…” rayu mas Badak & Diaz sambil menendang2 bangkuku dari belakang. Mila, Ratna, Retno ‘Jefry’, Maghfi, Ririn, Tatik, Lazim, & Jihan rupanya sedang melakukan aktivitas yang tak jauh berbeda… Tobat… Tobat…!!

“Tok tok tok…” bunyi langkah kaki pak DGB pelahan2 bergerak ke deret bagian kanan kls. “Gusrek…” Emi ‘kartun’ cs. di pojok belakang segera ‘mengamankan’ selundupan mereka ke laci… & ‘kartun2’ segera fokus dengan kerjaan menggambar mereka… Aku & Lulu juga pelahan2 ‘mengamankan’ ‘balok’ ke laci… Ririn cs. juga sepertinya segera melakukan tindakan serupa.
Pak DGB melakukan sidak (inspeksi mendadak) keliling kls… Makhluk2 IPA 1 yang sudah terlatih, langsung sigap akan bahaya yang mengancam. Masing2 segera menghentikan aktivitas ilegalnya demi keselamatan… Dengan segera barang2 ilegal sudah tersimpan aman di laci masing2, tertutup buku2 atau kotak pensil… hehe… licik…
Kayaknya siy… pak DGB bukannya ngga mengetahui kelakuan kami… tapi sengaja membiarkan, mw lihat barangkali… seberapa parah ‘kreativitas’ kami… kkk J
Pak DGB memilih berhenti di depan mejaku & Lulu, memutuskan untuk duduk di bangku Dewi yang ditinggalkan kosong penghuninya… “Kundri, gimana acara kemarin… blah3X…?” pak DGB menanyakan proposal kegiatan, reorganisasi Pramuka di Gudep, pencalonannya si JB or Reni eks Jambore Chile dkk (adik2 kls), Saka Bhayangkara di polres, Semanggi di Semarang, Raida di Pemalang, malah juga kabar kakak2ku sekarang… selain kuliah, pada ikutan HMI tuh Pak… blah3X…   *fuih*
Kirain mw negur soal BS (barang selundupan) di laci… kkk… pak DGB ni juga pembina Pramuka siy… Hare gene Pramuka bo’?! Enjoy aja… aku bisa sering bepergian ke luar kota pas jam2 skul… karena Pramuka juga. Klo aku ato temen ketangkep police, trs bisa lo2s dengan mudah… ya karena Pramuka juga, tinggal tunjukin kartu Bhayangkara… ‘ow, anak2nya pak Lukito, Dwi Risgono, & pak Agus’… paling geto komentar police yang nangkep, itu pun klo yang ga kenal aku di Polres… Pokona mah, gaul di luar skul ga da matinya deh… Bikin hidup lebih berwarna… kkk… (hmm, jadi ngomongin diri sendiri…)
Sementara pak DGB asik ngobrol denganku, temen2 diam2 memulai kembali aktivitas ilegalnya… kecuali yang pada duduk deketan aku… hehe… Kesian si Lulu… J

“Sudah selesai…?” tanya beliau beberapa saat kemudian. “Sudah…!!”. Selanjutnya bahasan materi… blah3X…
Materi berikutnya adalah tentang Teori Evolusi. Wah, menarik! Pak DGB tumben2nya merencanakan diskusi terus debat soal teori Evolusi buat pertemuan berikutnya… jadi kami disuruh menentukan anggota2 kelompok n persiapan bikin presentasi buat debat… Ada yang setuju sama teorinya Darwin siy… Ada yang setuju semua makhluk berasal dari lautan… Ada juga yang ga setuju klo dianggap keturunan monyet… Seru deh, ayat2 suci dikeluarin segala… bahwa manusia tercipta dari segumpal darah… blah3X… bukan dari hasil proses evolusi… *wateve deh*

*  *  *
Day another day,

Pagi ini makhluk2 3 IPA 1 tampak rapi & cool… berjas lab putih, udah mirip dokter2 mau praktek… Wajah2 kocak, sableng, or tulalit yang kadang2 muncul ke permukaan, hilang digantikan wajah2 segar & tampak ‘sedikit’ intelek… J
Mo pada kemana se…?

Bereksperimen di lab Kimia tu… mencobai berbagai larutan kimia… mengamati reaksi yang terjadi… dan… GOL… seneng banget neh… Tambah seneng lagi ketika mendapatkan tatapan sirik adik2 kls yang baru boleh praktek dengan kertas lakmus… hihihi… asyik…
Ibu kami, Ch. Pudyastuti (bu Tutik) sedang memberikan petunjuk sebelum memulai praktek… berkali2 sudah kejadian kecelakaan di lab ini, so, beliau ngga mau klo anak2nya bakal bikin story yang sama… makanya penjelasan & peringatannya buanyak geto… *sigh*  dah ga sabar mw praktek nyampur adonan, eh, cairan n serbuk yang berwarna-warni…
Akhirnya, praktek juga hehe… Aku beruntung dikaruniai kelompok yang ngga’ gitu parah erornya… Diaz Adhyaksa my pren (nyokapnya juga pren nyokap gw lokh), Lazim, & Emi… berempat kompak bagi tugasnya, n hati2 bereksperimen… coz ukurannya meleset dikit… aja… ga jadi deh essennya… Beruntungnya lagi, kami dapet jatah duduk di deret depan, jadi gampang klo mw minta2 pengarahan bu Tutik or pak Mahbub, asistennya.
Tanpa banyak cingcong buang2 energi… hore… berhasil… Yes! Essen rasa pisangnya sukses! Wah, puas rasanya… Wha…! Baru bisa becanda lagi… kalau lagi pegang alat & bahan kimia… ngga berani macem2… salah2 bisa kena letupan, ketumpahan cairan, or mecahin tabung…
“Awas! Jangan ceroboh membaui langsung ke tabung pyrex lho…! Nanti hidungnya meleleh…!” bu Tutik segera mengulangi peringatannya ketika ada indikasi anak2 hendak berbuat demikian… curious bgt dengan hasil eksperimen mereka…
“Lu’, roknya yang ada pita2 di bagian bawah belahan, ngga dipake Lu’…” aku dah bisa bisik2 ke Lulu yang masih sibuk di kelompoknya… *kikkik*  Lulu cekikikan, Diaz juga ikutan ketawa sambil ngamati ke arah belakang rok bu Tutik, hehe… anak2 nakal…

*  *  *
Hari2 terakhir skul,

A’elah… hari itu Lulu ngga dateng… Jamnya pak Son (Harsono-bhs Indonesia)… dan erornya aku duduk ditemani Riwa… wah, ntar ga bakal konsen ngikutin pelajaran ni, ntar ketawa mlulu… Jihan udah duduk sama Retno ‘Jefry’ apa Dewi Istanti tuh… Diaz dah dibooking mas Badak di belakang… Yah, yang biasa nemeni aku klo pas lagi pengen gonta-ganti pasangan udah pada mapan… yadah, tar tahan diri aja klo Riwa mulai ngajak becanda pas pelajaran…
Namanya Riwa, ga gampang dielakkan dari bahan candaan… “Itu, Kundri sama Riwa…!” tu kan… ngga terhindar… pak Son sampe negur karena kami cekikikan berdua… “…udah mojok di depan, cerita2 sendiri… apa coba berikutnya…”
Aku melirik Diaz di belakangku… dikasih isyarat… trus nyoba njawab… Aduh, betul… lega deh! Lalu gantian Riwa, eh… untung betul juga… lagi lucky nih… Thanks God

Sebel nih, Riwa bikin ngga konsen… ngga kapok barusan kena tegur… Dia habis nanya, “Kundri, pacarnya sekarang siapa?” …soal pengirim surat tempo hari… Riwa yang ngambilin surat2ku dari perpus… yang mana se? Maksoed lokh… surat mas Wahyu dari Jogja?  *fuih*  Danang dari Magelang (wih, lebih muda drpd aku tu… nemu di Semarang, pas acara Temu Wicara penerima Beasiswa Bakat & Prestasi… anaknya puinter bo’… keder deh…), apa suratnya Amri dari Bugis…? *sigh*  masalalu… Heh, yang mana…?
Aku cuma diam, males nanggapi… Apalagi pak Son beberapa kali melemparkan tatapannya setiap kali Riwa mulai ngajak ngobrol… So, the best choice is quite… hihihi… biar BT si Riwa…

Btw, ramalannya pak Son jitu je… Ucapan pak Son hari itu mengena… dipikir2 sekarang, kok bisa pas yah… Kata beliau kurang lebih gini, habis lulus… Kundri & Maghfi kelak pakai jilbab, Sherly manjangin rambutnya, Dompas… ngapain ya… ah, lupa!! Beberapa aku sensor, rahasia perusahaan…
* tiiit *
*  *  *
Epilog

Akuarium 3 IPA 1 itu penuh kenangan masa2 SMU… manis, lucu, nyebelin, aneh, syerem juga ada… yang paling berasa, kompaknya tuw bo’, per-kanca-annya… kkk… J Sayangnya ngga berakhir seindah harapanku lantaran down-nya aku oleh hasil NEM yang ‘agak’ mengecewakan… Udah kls 3 masih greedy ma kegiatan ekskul siy… Pilar di depan lab kimia jadi saksi waktu aku nangis2 sambil ditepuk2 bahuku sama pak Mei… “masih banyak jalan menuju Roma” kata beliau waktu itu… *hiks*   Apaan ntu? Rahasia dunks…
Kelas itu dulu bekas bong Cina yang dibongkar… katanya siy udah dipindahin, kmana geto… tapi katanya juga masih bersisa… Kalau malam penuh misteri… ada beberapa peristiwa yang sukar dijelaskan… yang kereta kuda lah… noni Belanda… hhh, anak2 OSIS, Pramuka, n Tonti yang punya pengalaman nginep di skul… tentu udah kenyang dengan story tentang SMUNSA especially our beloved class room…
Udah ah, endingnya jadi ngga ngenakin… Jayus bgt… hihihi… ga pinter bikin cerita siy…

Ngga semua bisa kutuliskan siy… tapi yakin… kenangan kita abadi… (kkk… walopun tulisan2 kita di jendela luar kelas, deket kantin bu Yono tu dah dihapus… hehe… J). CAYO aja deh buat teman2ku yang udah pada menemukan hidup baru di negeri antah berantah…  *smile*

Cita Cundara Karya

*  *  *

4 Tanggapan

  1. Panjang amat ceritanya… Amat aja nggak panjang ceritanya. Sekalian aja diceritain mulai daftar ulang di SMA sampe lulus… (jadi novel tuh).
    Btw, Kabar pak Mei gimana ya?

    Novel… boleh jg tu idenya… Tp skrg gak punya waktunya… hiks…
    Pak Mei… dah lama gak ktmu niy… kangen jg nie… Gaya mengajar, kykny msh samma deh… msh spt yg dulu dg ciri khasnya🙂

  2. lengkap bangetttttttttzzzzzzzzzzzzzz…
    ceritanya jadi tidak semuanya aku baca,maaf yach…:)
    kayak’a itu sudah semua ketulis,
    di rangkum ajach supaya ketulis semua…!:)

  3. I every time used to study piece of writing in news papers but now as I
    am a user of internet therefore from now I am using net for articles or reviews,
    thanks to web.

  4. Kundriiiiiiiiii Astutiiiiii….
    Ini akyuuuu.. anake pak Alramatu Alahehe.. wkakakaaa….
    Dowone critamu.. but, I enjoy it so much.. dadi kelingan jaman baheula..
    Oia, bbrp bulan yll aku ngeMC di salah satu acara di hotel QUEST Semarang.. bareng seorang cewe muda berbakat, ngobrol bla bla bla.. jebul putrine pak Mei.. hahaa.. sempitnya dunia ini..
    Kangen ya sama guru2 kita..
    Tq buta tulisannya say.. muach muach muach

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: